Apakah Strategi dengan Win Rate 70% Masih Bisa Rugi?
Tujuh transaksi untung belum menjamin hasil bersih positif. Contoh perhitungan memisahkan win rate, besar hasil, biaya, sentuhan target, dan kinerja portofolio.
Oleh Trade Inc Research
Ringkasan
Bisa. Strategi yang menang tujuh kali dari sepuluh transaksi tetap dapat merugi apabila besarnya kerugian melebihi keuntungan. Win rate menghitung frekuensi hasil, bukan ukuran hasil, modal yang digunakan, atau biaya transaksi.
Saat mengevaluasi Screener saham Indonesia atau backtest, periksa lebih dulu definisi “menang”. Harga yang sempat menyentuh suatu ambang selama periode observasi tidak sama dengan transaksi yang ditutup dengan keuntungan.
Poin Penting
- Baca win rate bersama rata-rata keuntungan, kerugian, biaya, dan ukuran posisi.
- Pisahkan tingkat sentuhan target dari simulasi penjualan dan transaksi yang benar-benar terlaksana.
- Rata-rata hasil sinyal bukan imbal hasil portofolio.
- Ambang impas matematis bergantung pada asumsi, bukan ramalan kinerja.
Win Rate 70% yang Tetap Rugi Rp100.000
Bayangkan sepuluh transaksi rekaan yang sudah selesai. Setiap transaksi menggunakan modal masuk tepat Rp1 juta. Tujuh menghasilkan keuntungan 2%; tiga mengalami kerugian 5%. Tidak ada leverage atau reinvestasi, dan biaya belum dihitung.
| Hasil | Jumlah transaksi | Hasil per transaksi | Total hasil |
|---|---|---|---|
| Untung | 7 | +Rp20.000 | +Rp140.000 |
| Rugi | 3 | −Rp50.000 | −Rp150.000 |
| Total sebelum biaya | 10 | Rata-rata −Rp1.000 | −Rp10.000 |
Selanjutnya, asumsikan biaya total masuk-keluar sebesar 0,9% dari modal masuk untuk setiap transaksi: Rp9.000 per transaksi, atau Rp90.000 untuk sepuluh transaksi. Ini asumsi ilustratif, bukan tarif broker Indonesia atau estimasi slippage yang berlaku umum.
Hasil bersih menjadi −Rp100.000, setara rata-rata aritmetika −1,0% per transaksi dengan nominal modal masuk yang sama. Angka ini bukan imbal hasil suatu portofolio: modal awal rekening, tumpang tindih transaksi, dan durasi kepemilikan belum ditentukan.
Seluruh angka dibuat oleh Trade Inc Research untuk pembelajaran. Angka tersebut bukan kinerja sinyal Trade Inc, sampel historis, atau hasil perdagangan nyata.
Menghitung Win Rate Impas
Dalam model sederhana yang sama:
Rata-rata hasil bersih = p × W − (1 − p) × L − C
p adalah proporsi transaksi menang; W rata-rata keuntungan bruto; L besarnya rata-rata kerugian bruto, ditulis positif; dan C rata-rata biaya terhadap modal masuk. Gunakan satuan konsisten serta kategori menang/rugi yang tidak tumpang tindih.
Dengan W = 2%, L = 5%, dan C = 0,9%, win rate 70% menghasilkan:
0,70 × 2% − 0,30 × 5% − 0,9% = −1,0%.
Agar hasilnya nol, win rate impas adalah:
p = (L + C) / (W + L) = 5,9 / 7 ≈ 84,29%.
Tanpa biaya, ambangnya sekitar 71,43%. Keduanya bukan target yang diperkirakan akan tercapai. Angka tersebut hanya berlaku untuk keuntungan, kerugian, dan biaya yang diasumsikan; jika masukan berubah, ambang impas ikut berubah.
Jika ada transaksi impas sebelum biaya, tampilkan kategorinya secara terpisah. Jangan memaksanya menjadi transaksi menang atau kalah. Bila rata-rata keuntungan dan kerugian sudah bersih setelah biaya, jangan mengurangi biaya untuk kedua kalinya.
Menyentuh Target Bukan Berarti Berhasil Menjual
Misalkan sinyal tercatat pada Rp1.000. Selama jendela evaluasi, harga mencapai Rp1.030, lalu ditutup pada Rp950. Statistik “pernah menyentuh +2%” dapat mencatat keberhasilan, sementara perubahan dari harga masuk ke penutupan akhir tetap negatif.
Keduanya belum membuktikan adanya transaksi yang dapat dieksekusi. Strategi harus menjelaskan kapan sinyal tersedia, acuan harga masuk, aturan order, serta penanganan keluar. Sinyal yang membutuhkan data harian lengkap tidak boleh begitu saja dianggap sudah diketahui saat pembukaan hari yang sama.
Jika target dan stop sama-sama berada dalam rentang tertinggi-terendah satu hari, data harian itu saja tidak menunjukkan mana yang terjadi lebih dahulu. Gunakan data beresolusi lebih rinci yang sesuai atau ungkapkan aturan konsisten untuk menangani ketidakpastian tersebut. Jangan diam-diam memilih urutan yang menguntungkan.
Mengapa Win Rate Sama Bisa Menghasilkan Kinerja Rekening Berbeda?
Contoh tadi memakai alokasi nominal yang sama. Dalam portofolio, satu posisi besar yang rugi dapat menghapus keuntungan beberapa posisi kecil. Sinyal bersamaan juga berebut modal, sedangkan sinyal berulang pada ticker yang sama bisa mencerminkan eksposur tumpang tindih, bukan peluang independen.
Simulasi portofolio membutuhkan anggaran modal, aturan ukuran posisi, perlakuan kas, batas posisi bersamaan, serta deret nilai portofolio dengan waktu yang jelas. Drawdown—penurunan nilai rekening dari puncak ke lembah sesudahnya—tidak dapat dihitung hanya dari win rate.
Sebaliknya, win rate rendah juga tidak otomatis lebih baik. Strategi dengan sesekali keuntungan besar bisa rapuh jika keberhasilannya bergantung pada segelintir observasi. Frekuensi kemenangan dan distribusi besar hasil sama-sama perlu diperiksa.
Apa yang Perlu Diminta dari Laporan Kinerja?
Minta satu laporan konsisten yang memuat:
- Definisi kemenangan dan jumlah observasi yang memenuhi syarat, selesai, impas, serta masih tertunda.
- Rata-rata keuntungan dan kerugian dengan basis imbal hasil yang sama, median, dan kerugian terbesar.
- Asumsi biaya dan eksekusi, termasuk hasil jika biayanya lebih tidak menguntungkan.
- Ukuran posisi dan perlakuan sinyal berulang atau bersamaan.
- Hasil di luar periode pemilihan aturan, tanpa mengubah aturan setelah melihat hasilnya.
Buletin edukasi investor SEC mengenai klaim kinerja mengingatkan bahwa backtest bersifat hipotetis dan interpretasinya dipengaruhi biaya, metodologi, serta pemilihan hasil yang ditampilkan. Rujukan ini digunakan untuk edukasi, bukan sebagai pernyataan kewajiban hukum di Indonesia.
Kesimpulan
Win rate tinggi adalah deskripsi, bukan putusan akhir. Tetapkan dulu apa yang dihitung, cocokkan keuntungan dengan kerugian dan biaya, lalu nilai portofolio dengan batas modal yang jelas.
Artikel Trade Inc Research yang diterbitkan pada 25 September 2026 ini menyajikan kerangka perhitungan, bukan backtest baru atau rekomendasi investasi. Untuk contoh empiris terpisah dengan cakupan dan batasannya sendiri, baca perbandingan Screener volume breakout.
Artikel ini hanya untuk riset dan informasi. Ini bukan nasihat keuangan pribadi atau instruksi untuk bertransaksi.