← Semua riset
Penjelasan

Bisakah Rata-Rata Return Positif tetapi Portofolio Tetap Rugi?

Contoh dua bulan membedakan rata-rata hasil sinyal dari pertumbuhan portofolio, beserta rincian alokasi modal yang perlu diperiksa dalam riset Screener.

Oleh Trade Inc Research

Ringkasan

Rata-rata return yang positif belum tentu berarti nilai portofolio bertambah. Dalam contoh hipotetis dua bulan, kenaikan 30% yang diikuti penurunan 25% menghasilkan rata-rata aritmetika +2,5% per bulan. Namun, modal Rp10 juta justru menjadi Rp9,75 juta: rugi kumulatif 2,5%.

Saat membaca riset Screener saham Indonesia, periksa dulu apa yang dirata-ratakan: hasil setiap pilihan saham, return portofolio dari periode ke periode, atau hasil atas modal yang benar-benar dialokasikan. Ketiganya tidak bisa diperlakukan sebagai klaim kinerja yang sama.

Poin penting

  • Rata-rata aritmetika diperoleh dengan menjumlahkan return lalu membaginya dengan jumlah observasi. Pertumbuhan modal antarperiode dihitung dengan mengalikan faktor pertumbuhannya.
  • Rata-rata sinyal saham yang periode pengamatannya bertumpang tindih bukan otomatis return portofolio.
  • Bobot posisi, kas, biaya, dan waktu penggunaan modal harus ditetapkan sebelum daftar saham menjadi simulasi yang dapat dijalankan.
  • Angka rata-rata menyembunyikan perjalanan portofolio. Baca return kumulatif bersama drawdown dan catatan nilai akun per periode.

Satu portofolio, dua bulan, tiga ukuran

Perhitungan berikut adalah ilustrasi hipotetis buatan redaksi, bukan backtest BEI atau hasil kinerja Trade Inc. Seluruh modal tetap diinvestasikan, return mencakup seluruh hasil investasi, dan tidak ada setoran, penarikan, biaya, maupun pajak.

UkuranBulan pertamaBulan kedua
Nilai akun pada awal bulanRp10.000.000Rp13.000.000
Return bulanan+30%−25%
Nilai akun pada akhir bulanRp13.000.000Rp9.750.000

Rata-rata aritmetikanya adalah (30% − 25%) ÷ 2 = +2,5% per bulan. Angka ini benar sebagai rata-rata dua observasi, tetapi tidak menghasilkan saldo akhir akun.

Return kumulatifnya adalah 1,30 × 0,75 − 1 = −2,5% selama dua bulan. Penurunan pada bulan kedua dihitung atas Rp13 juta, bukan modal awal Rp10 juta.

Tingkat pertumbuhan bulanan konstan yang setara adalah √0,975 − 1 = sekitar −1,258% per bulan. Inilah rata-rata geometrik. Jika diterapkan dua kali, hasil akhirnya sama, tanpa menyiratkan bahwa perjalanan akun benar-benar mulus.

Pembahasan metodologi oleh Will Morrison yang diterbitkan CFA Institute menjelaskan mengapa perubahan kekayaan antarperiode dihitung melalui perkalian dan rata-rata geometrik, bukan penjumlahan sederhana. Perbedaannya bersifat matematis, bukan biaya tambahan yang dipungut dari akun. Baca pembahasan aslinya.

Observasi sama, pengaturan modal berbeda

Sekarang ubah penempatan modalnya. Investasikan masing-masing Rp5 juta pada dua saham secara bersamaan dengan periode kepemilikan yang sama. Saham pertama naik 30%, sedangkan saham kedua turun 25%. Tidak ada penyeimbangan ulang atau biaya.

Posisi pertama menjadi Rp6,5 juta dan posisi kedua Rp3,75 juta. Totalnya Rp10,25 juta, sehingga return portofolio +2,5%. Dalam situasi ini, rata-rata aritmetika berbobot sama memang menggambarkan return portofolio untuk satu periode.

Tidak ada pertentangan. Pada contoh pertama, seluruh modal mengalami kedua return secara berurutan. Pada contoh kedua, setiap separuh modal hanya mengalami satu return. Laporan tanpa informasi waktu dan bobot dapat membuat dua pengaturan ekonomi ini terlihat sama.

Mengapa rata-rata Screener tidak bisa langsung dimajemukkan

Misalkan Screener memilih lima saham setiap hari, lalu mengukur hasil masing-masing pilihan selama sepuluh sesi. Pengamatan dari tanggal yang berdekatan saling bertumpang tindih. Angka-angka itu bukan return sepuluh sesi yang dialami seluruh akun secara berurutan.

Mengalikan semua hasil tersebut seolah-olah berurutan berarti mengasumsikan modal dapat digunakan kembali tanpa memeriksa ketersediaannya. Menghitung rata-ratanya tetap berguna untuk mempelajari hasil sinyal, asalkan disebut jelas sebagai rata-rata per pilihan.

Untuk mengubah kajian sinyal menjadi pengujian portofolio, minta penjelasan tentang:

  1. Alokasi: modal untuk setiap sinyal dan perlakuan ketika kas tidak cukup.
  2. Tumpang tindih: apakah sinyal berulang pada saham yang sama menambah posisi atau diabaikan.
  3. Eksekusi: waktu dan harga transaksi serta perlakuan terhadap order yang tidak terisi atau saham tidak likuid.
  4. Pencatatan: cara memasukkan posisi terbuka, distribusi hasil investasi, dan kas menganggur ke nilai akun harian.
  5. Biaya: komisi, spread, slippage, dan pajak yang relevan, tanpa dihitung ganda.

Biaya mengurangi hasil investor. Buletin edukasi SEC menjelaskan dampak kumulatifnya; sumber tersebut bukan daftar tarif broker Indonesia. Panduan biaya Investor.gov.

Nilai akhir belum menjelaskan seluruh risiko

Contoh pertama berakhir rugi 2,5%, tetapi penurunan dari puncak ke titik terendah berdasarkan nilai akhir bulan mencapai 25%, dari Rp13 juta ke Rp9,75 juta. Tanpa data harian, penurunan terbesar di dalam bulan tidak diketahui.

Jika urutan kedua return dibalik, saldo akhirnya tetap sama dengan asumsi tidak ada arus kas keluar-masuk. Namun, bukan berarti waktu selalu tidak relevan. Setoran, penarikan, perubahan eksposur, atau batasan transaksi mengubah persoalannya.

Hasil majemuk positif dalam periode singkat juga belum membuktikan kinerja dapat berulang. Laporan yang berguna menyertakan deret nilai akun bertanggal, pembanding dengan periode dan dasar return yang sama, serta catatan data yang hilang. Mengubah hasil singkat menjadi angka tahunan hanyalah perhitungan, bukan bukti bahwa tingkat hasil tersebut akan bertahan.

Keterbatasan

Ilustrasi ini memisahkan persoalan aritmetika dan alokasi modal. Tidak ada observasi pasar, rekomendasi saham, backtest baru, atau pengujian kemampuan produk. Leverage, arus kas keluar-masuk, dan biaya pelaksanaan tidak dimasukkan; hasil nyata membutuhkan rincian tersebut. Rumus umum di sini bukan standar pelaporan kinerja yang lengkap.

Kesimpulan

Sebelum menerima angka “rata-rata return”, tanyakan: rata-rata atas apa, pada tanggal berapa, dengan modal berapa? Rata-rata per pilihan dapat mendukung temuan riset. Klaim pertumbuhan portofolio membutuhkan catatan modal bertanggal yang dapat merekonsiliasi kekayaan awal, arus kas, dan kekayaan akhir.

Jika rekonsiliasi itu belum tersedia, gunakan statistik tersebut sebagai bukti deskriptif—bukan hasil yang seolah-olah bisa diperoleh investor.

Riset terkait

Diterbitkan oleh Trade Inc Research, bagian dari Trade Inc. Materi edukasi, bukan nasihat investasi personal. Metodologi ditinjau pada 27 September 2026, pukul 08.00 WIB; tidak menggunakan data pasar langsung.

Artikel ini hanya untuk riset dan informasi. Ini bukan nasihat keuangan pribadi atau instruksi untuk bertransaksi.