← Semua riset
Penjelasan

Apakah PER Rendah Berarti Saham Murah?

PER hipotetis 5 kali berubah menjadi 10 kali setelah keuntungan nonberulang dikeluarkan. Pelajari cara menyamakan dasar laba dan menguji asumsi sebelum menyebut saham murah.

Oleh Trade Inc Research

Ringkasan

Belum tentu. Price-to-earnings ratio (P/E), yang juga dikenal sebagai PER, menunjukkan harga saham relatif terhadap angka laba tertentu—bukan bukti bahwa saham tersebut murah. Sebelum membandingkan saham Indonesia, periksa laba yang digunakan dan apakah laba itu masuk akal untuk berulang.

Pembedaan ini penting ketika hasil Screener memuat emiten dengan lonjakan laba. Tambahan laba sementara bisa membuat PER terlihat menarik, tanpa perubahan berarti pada valuasi bisnis intinya.

Poin utama

  • Samakan periode laba, tanggal harga, mata uang, dan dasar EPS.
  • Pisahkan laba laporan dari penyesuaian analitis yang rekonsiliasinya jelas.
  • PER rendah bisa mencerminkan pertumbuhan lebih lemah atau risiko lebih tinggi.
  • Gunakan PER untuk menentukan pertanyaan riset berikutnya, bukan sebagai sinyal beli tunggal.

Apa yang sebenarnya diukur PER?

PER dihitung dengan membagi harga saham dengan laba per saham, atau earnings per share (EPS). Pada harga hipotetis Rp1.000 dan EPS tahunan Rp200, PER sebesar 5 kali. Angka ini bukan berarti pemegang saham menerima dividen Rp200 atau pasti balik modal dalam lima tahun.

Trailing P/E memakai laba historis, biasanya 12 bulan terakhir. Forward P/E memakai proyeksi laba untuk periode mendatang yang harus disebutkan. PER trailing 5 kali tidak bisa langsung dinilai lebih menarik daripada PER forward 8 kali tanpa memeriksa kedua angka labanya.

Mulailah dari pengungkapan EPS emiten. Ringkasan IAS 33 dari IFRS Foundation menjelaskan EPS dasar dan dilusian, penggunaan rata-rata tertimbang jumlah saham, serta laba yang menjadi hak pemegang saham biasa entitas induk. Seluruh laba konsolidasian belum tentu menjadi hak mereka.

Untuk emiten BEI, tetap periksa dasar akuntansi dan catatan EPS dalam laporan perusahaan. Rujukan internasional ini tidak menggantikan pengungkapan emiten.

Contoh hitungan: diskon yang ternyata hilang

Kedua perusahaan berikut sepenuhnya hipotetis, bukan pilihan saham, proyeksi, atau hasil backtest. Keduanya memakai rupiah, tanggal harga yang sama, dan periode laba 12 bulan yang sama. Jumlah saham diasumsikan tetap dan tidak ada dilusi.

KomponenPerusahaan APerusahaan B
Harga sahamRp1.000Rp1.000
EPS laporanRp200Rp125
Keuntungan nonberulang yang termasuk dalam EPS, setelah pajak dan menjadi hak pemegang saham biasa, per sahamRp100Rp0
EPS analitis setelah keuntungan tersebut dikeluarkanRp100Rp125
PER berdasarkan EPS laporan5 kali8 kali
PER berdasarkan EPS analitis10 kali8 kali

Sumber: asumsi hipotetis dan perhitungan Trade Inc.

Awalnya A terlihat lebih murah: 1.000 ÷ 200 = 5. Setelah keuntungan Rp100 dikeluarkan, penyebutnya turun separuh: 1.000 ÷ (200 − 100) = 10. PER B tetap 8 kali. Urutannya berbalik tanpa perubahan harga saham.

Hasil ini belum membuktikan B lebih baik. Pertumbuhan A ke depan mungkin lebih tinggi; dana hasil transaksi juga mungkin masih memiliki nilai ekonomi sebagai kas. Penyesuaian tersebut hanya menunjukkan mengapa PER laporan belum cukup untuk mengambil kesimpulan.

Jangan mengeluarkan setiap beban yang tidak disukai tetapi tetap menghitung keuntungan tidak biasa. Rekonsiliasikan penyesuaian dengan laba laporan, perhitungkan pajak dan kepentingan nonpengendali bila relevan, serta jelaskan mengapa pos tersebut diperkirakan tidak berulang. Angka penyesuaian merupakan asumsi analis, bukan pengganti hasil akuntansi.

Mengapa bisnis sejenis bisa memiliki PER berbeda?

Kerangka valuasi P/E Damodaran menghubungkan kelipatan valuasi dengan ekspektasi pertumbuhan, risiko, dan pembagian laba. Berada dalam industri yang sama juga tidak otomatis membuat dua perusahaan sebanding.

Dalam penerapannya, Trade Inc menilai pertanyaan utamanya adalah kondisi apa yang membuat diskon tersebut masuk akal. Bandingkan bauran bisnis, kewajiban pendanaan, dan daya tahan laba—bukan hanya label sektor. Laba yang lebih dapat diperkirakan bisa mendukung premi, sedangkan kemunduran yang menetap bisa menjelaskan diskon.

Penjelasan tandingan tetap perlu diuji: pasar mungkin terlalu pesimistis. PER rendah menjadi kandidat riset yang lebih kuat jika laporan berikutnya mendukung laba berulang dan kemunduran yang dikhawatirkan tidak terjadi. PER saja tidak bisa menentukan penjelasan mana yang benar.

Checklist perbandingan yang bisa diulang

  1. Tetapkan tanggal pengukuran. Catat tanggal harga dan gunakan hanya informasi keuangan yang sudah tersedia saat itu, terutama untuk riset historis.
  2. Jelaskan penyebutnya. Sebutkan laba historis atau proyeksi, akhir periode, EPS dasar atau dilusian, serta laba laporan atau penyesuaian. Mata uang harga dan EPS harus sama.
  3. Periksa rekonsiliasi. Baca catatan laba dan EPS. Jika jumlah saham berubah, menggabungkan EPS interim begitu saja dapat menghasilkan angka yang keliru.
  4. Uji sensitivitas laba. Pada harga tetap Rp1.000, EPS Rp50, Rp100, dan Rp150 menghasilkan PER 20 kali, 10 kali, dan sekitar 6,67 kali. Ini skenario, bukan probabilitas.
  5. Tuliskan pertanyaan yang belum terjawab. Tentukan pengungkapan berikutnya yang dapat mendukung atau membantah asumsi laba.

Jika EPS nol, PER tidak terdefinisi. Jika EPS negatif, PER negatif bukan dasar pemeringkatan “saham termurah” seperti pada perusahaan berlaba positif. Gunakan kerangka valuasi lain dengan alasan yang jelas, bukan memaksakan hasil penyaringan.

Keterbatasan

Contoh ini hanya mengisolasi dampak perubahan penyebut. Perhitungan tersebut tidak mengestimasi nilai wajar, memproyeksikan distribusi kas, memasukkan neraca perusahaan, atau mengukur imbal hasil investasi. Contoh ini juga tidak menunjukkan saham BEI termurah saat ini. Penyesuaian laba mengandung pertimbangan yang bisa keliru.

Kesimpulan: periksa labanya sebelum percaya diskonnya

Perlakukan PER rendah sebagai pertanyaan tentang daya tahan laba. Argumen menjadi lebih kuat jika laporan berikutnya mendukung dasar laba yang dipakai tanpa terus bergantung pada keuntungan luar biasa. Argumen melemah jika laba itu bertumpu pada manfaat sementara atau operasi yang memburuk.

Simpan PER laporan, rekonsiliasi penyesuaian, dan skenario penurunan laba dalam satu catatan. Itu lebih berguna daripada label “murah” tanpa penjelasan.

Diterbitkan oleh Trade Inc Research, bagian dari Trade Inc. Artikel edukasi ini memakai contoh hipotetis dan bukan nasihat investasi personal.

Artikel ini hanya untuk riset dan informasi. Ini bukan nasihat keuangan pribadi atau instruksi untuk bertransaksi.